Reprografi (Bagian-1)

Pengertian Reprografi, Komunikasi Grafika, dan Penerbitan Buku

A. Pengertian Reprografi

Reprografi dalam struktur organisasi perpustakaan adalah suatu unit yang mengerjakan kebutuhan barang cetakan untuk keperluan perpustakaan, memperbaiki koleksi perpustakaan yang rusak, dan membuat kebutuhan perpustakaan seperti amplop kecil/besar, map, kotak katalog, dan lain-lain.

Ada dua definisi tentang reprografi yang perlu kawan ketahui, yaitu:

  1. Menurut Landau, T.ed. dalam Encyclopedia of Librarianship (3 rd ed. Bower and Bower), menyebutkan bahwa reprografi adalah “the art of producing single or multiplecofies of document whether by photografic or other means”. (Seni menghasilkan selembar atau beberapa kopi dokumen dengan fotografi atau peralatan lainnya).
  2. Menurut Institute of Reprographic Technology, reprografi, can be defined as the production and reproduction of visual images for administration and business purpose”. (Dapat memproduksi atau mereproduksi gambar visual kata-kata, tanda, gambar, dan lain-lain untuk keperluan administrasi dan perdagangan).

Demi kelancaran administrasi perpustakaan, barang cetakan yang diperlukan adalah:

  • pengumuman persyaratan menjadi anggota,
  • formulir pendaftaran,
  • kartu anggota,
  • kop surat, amplop.

B. Komunikasi Grafika

Menurut Leksikom Grafika, Komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian amanat/pesan dari sumber ke khalayak ramai dan dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan Grafika dapat diartikan sebagai segala cara pengungkapan (pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman, dll) dengan huruf, tanda, dan/atau gambar yang diperbanyak dengan mencetak guna disampaikan kepada khalayak umum.

Jadi, Komunikasi Grafika dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan melalui huruf, tanda dan/atau gambar dengan mencetak kemudian disampaikan kepada khalayak umum. Dengan kata lain komunikasi grafika ialah media penyampaian pesan dari sumber ke penerima dengan menggunakan sarana grafika yaitu buku, majalah,koran, dan lain-lain.

Komunikasi Grafika dapat diterapkan juga di perpustakaan. Untuk menyebarluaskan infomasi yang ada di perpustakaan, pustakawan harus rajin menuangkan gagasan-gagasan dalam bentuk barang cetakan, burupa pamflet, brosur, buku, majalah, dan lain-lain agar masyarakat umum mau datang untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan yang tersedia di perpustakaan.

C. Terjadinya Komunikasi

Unsur-unsur dalam komunikasi adalah sumber, pesan, saluran, bunyi berisik, penerima, dan umpan balik. Tanpa salah satu unsur tersebut komunikasi akan menjadi tidak lancar.

Mari kita bahas unsur-unsur tersebut.

  1. Sumber.
    Ialah orang atau organisai yang menyampaikan pesan (informasi) yang oleh penerima informasi (perorangan atau organisasi) dianggap sebagai pengirim informasi.
  2. Pesan.
    Ialah isi yang disampaikan oleh sumber (pengirim informasi), termasuk penggunaan lambang-lambang (gambar). Untuk mengungkapkan arti pesan/infomasi yang dikirim, dapat digunakan lambang-lambang baik yang berupa kata-kata (verbal) maupun ilustrasi (grafis).
    Isi pesan adalah gagasan-gagasan yang akan disampaikan oleh sumber kepada penerima. Gagasan tersebut berupa gambar dan kata-kata. Gagasan tersebut dapat diterima oleh si penerima, bila penerima dapat menafsirkan secara benar arti gambar dan kata-katanya.
    Ada dua istilah umum dalam komunikasi yang perlu diperhatikan dan diketahui, yaitu enkoding dan dekoding. Menurut Leksikon Grafika: Enkoding berarti penerangan pada pemilihan lambang atau tanda-tanda yang digunakan dalam mengomunikasikan suatu pesan. Sedangkan dekoding berarti pemantapan makna atau arti tanda.
  3. Saluran.
    Saluran dapat dianggap sebagai sarana cetak yang berfungsi sebagai pembawa pesan. Media cetak pembawa pesan dapat berupa: 1) buku, 2) koran, 3) majalah, 4) pamflet, 5) brosur.Jadi, buku/majalah adalah sebagai saluran pembawa pesan dalam komunikasi grafika.
  4. Bunyi Berisik (Kebisingan)
    Dalam teori komunikasi elektronika berhubungan dengan gangguan yang menyebabkan isyarat/lambang/gambar kurang efisien. Gangguan dapat timbul karena: 1) pemilihan lambang yang artinya kurang jelas bagi penerima, 2) berisiknya daluran, dan 3) pesan atau kegiatan lain yang menyaingi perhatian penerima.
    Maka dari itu dalam menuangkan gagasan/ide yang akan disebarluaskan harus betul-betul jelas dan dapat dimengerti oleh penerimanya. Dalam pemilihan kata-kata untuk membentuk kalimat harus sesuai dengan tujuan dan mudah dicerna oleh penerima. Janganlah membuat kalimat yang sulit dimengeri, tetapi buatlah kalimat yang sederhana namun dapat menarik perhatian penerima.
  5. Penerima
    Penerima pesan dapat perorangan atau organisasi maupun masyarakat umum.
  6. Umpan BalikTujuan umpan balik adalah untuk menghasilkan tingkat pengawasan atas proses komunikasi. Melalui umpan balik sumber mampu mendapatkan informasi mengenai reaksi penerima terhadap pesan.
    Dalam usaha menciptakan komunikasi melalui media cetak yang efektif, pewajah harus dapat mencapai 3 sasaran, yaitu:

    • Pesan yang disampaikan harus dapat menjadi perhatian penerima pesan.
    • Pesan yang disampaikan harus dengan mudah dapat dicerna pembaca.
    • Dapat menimbulkan sesuatu yang berkesan.

    Baca lebih lanjut