Perpustakaan dan Kepustakawanan Indonesia

Perpustakaan sebagai Sarana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Perngertian perpustakaan pada saat ini bukan lagi merupakan sebuah gedung atau ruangan yang menyimpan berbagai macam bahan putasa yang diatur menurut sistem tertentu, melainkan suatu sumber pengetahuan. Apabila hendak mengetahui suatu perpustakaan secara menyeluruh, hendaknya dipahami lebih dahulu arti, tujuan, dan fungsi perpustakaan itu didirikan.

Dengan memahami arti, tujuan/misi, dan fungsi perpustakaan maka dapat diketahui ternyata berbagai jenis perpustakaan yang selama ini dikenal di masyarakat.

Walaupun ada berbagai jenis perpustakaan, namun masih mempunyai kesamaan fungsi, yaitu penyimpanan, pendidikan, penelitian, informasi, dan rekreasi.

Salah satu faktor timbulnya berbagai jenis perpustakaan ialah adanya berbagai macam jenis media informasi. Sehingga, muncullah jenis-jenis perpustakaan yang beredar di lingkungan masyarakat. Seperti Perpustakaan Umum, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perputakaan Nasional.

Perkembangan Perpustakaan

Perkembangan teknologu informasi tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan media penyimpanan informasi yang ada di perpustakaan serta teknologi informasi (TI) mempengaruhi juga prosedur kegiatan rutin perpustakaan, seperti penggolongan dan layanan, terutama pada penelusuran literature.

Pengaruh perkembangan TI menjadikan perpustakaan dalam berbagai tipe, antara lain perpustakaan kertas, perpustakaan terotomasi, perpustakaan elektronik dan perpustakaan hibrida.

Perkembangan perpustakaan sampai saat ini tidak mungkin terlepas dari sejarah perkembangan perpustakaan dari mulai diakuinya perpustakaan hingga pada perpustakaan yang terpengaruh dengan adanya TI.

Sejarah perkembangan perpustakaan sebenarnya tergantung dengan keadaan sosial, ekonomi, serta masyarakat disuatu negara. Semua ini dialami perpustakaan-perpustakaan di Indonesia yang benar-benar sangat tergantung pada keadaan sosial, politik, dan ekonomi dari masa ke masa.

Perpustakaan Nasional RI dalam PEngembangan dan Pembinaan Perpustakaan

Peran, Fungsi, dan Tugas Perpustakaan Nasional RI

A. Peran Perpustakaan Nasional RI

Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1989 menyebutkan bahwa Perpustakaan Nasional RI dibentuk berdasarkan:

  1. Sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustaka yang merupakan hasil budaya bangsa.
  2. Meningkatkan daya guna dan hasil guna perpustakaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

B. Tugas Perpustakaan Nasional RI

Perpustakaan Nasional RI mempunyai tugas pokok yaitu, membantu Presiden dalam menyelenggarakan pengembangan dan pembinaan perpustakaan dalam rangka pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan pelayanana informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.

Dengan adanya perubahan sistem pemerintahan di Indonesia, maka keputusan tentang Perpusnas RI-pun berubah. Perubahan tersebut tertuang pada Keputusan Presiden No. 50 Tahun 1998 tentang perpustakaan Nasional. Berdasarkan keputusan tersebut, maka tugas pokok Perpustakaan Nasional RI adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pembinaan atas semua jenis perpustakaan.
  2. Melaksanakan UU No. 4 Tahun 1990 dan PP No. 70 tahun 1991 (deposit), untuk perawatan pelestarian dan pendayagunaannya.
  3. Melaksanakan penyusunan naskah Bibliografi Nasional Indonesia dan Katalog Induk Nasional.
  4. Melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerja sama antar badan/lembaga termasuk perpustakaan di dalam maupun di luar negeri dalam jaringan informasi.
  5. Melaksanakan layanan rujukan, informasi ilmiah, dan penelitian.

C. Fungsi Perpustakaan Nasional RI

Fungsi Perpustakaan Nasional RI ialah sebagai berikut:

  1. Membantu Presiden dalam merumuskan kebijaksanaan mengenai pengembangan, pembinaan, dan pendayagunaan perpustakaan.
  2. Melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerja sama antar badan/lembaga termasuk perpustakaan di dalam maupun di luar negeri.
  3. Melaksanakan pembinaan atas semua jenis perpustakaan.
  4. Melaksanakan pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam maupun luar negeri.
  5. Melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan, dan pelestarian bahan pustaka.
  6. Melaksanakan penyusunan naskah Bibliografi Nasional Indonesia dan Katalog Induk Nasional.
  7. Melaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks, bibliografi subjek, abstrak, dan penyusunan perangkat lunak bibliografi.
  8. Melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah.
  9. Melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden.

Dengan perkembangan dan perubahan sistem pemerintahan di Indonesia maka Tata Kerja Perpusnas RI juga berubah. Dalam Keputusan Kepala Perpusnas RI No. 3 tahun 2001, fungsi perpusnas RI ialah:

  1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang perpustakaan.
  2. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas perpusnas RI.
  3. Penyelengaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga.

Dalam menjalankan fungsinya Perpusnas RI mempunyai wewenang, diantaranya:

  1. Penyusunan rencana nasional secara makro, di bidang perpustakaan.
  2. Perumusan kebijakan di bidang perpustakaan untuk mendukung pembangunan secara makro.
  3. Penetapan sistem informasi di bidang perpustakaan.
  4. Wewenang lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu:  a) perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang perpustakaan, b) perumusan dan pelaksanaan kebijakan pelestarian pustaka budaya bangsa dalam mewujudkan koleksi deposit nasional dan pemanfaatannya.

D. Organisasi Perpustakaan Nasional RI

Untuk menyelengarakan tugas dan fungsi berdasarkan Keppres No. 11 tahun 1989 maka susunan organisasi Perpusnas RI terdiri dari:

  1. Kepala.
  2. Sekretariat.
  3. Direktorat Pengembangan Tenaga dan Kerjasama Perpustakaan.
  4. Direktorat Bina Sistem Perpustakaan dan Pengendalian.
  5. Pusat Jasa Perpustakaan.
  6. Pusat Deposit dan Konservasi.
  7. Perpustakaan Daerah.

Dengan adanya perubahan Keppres tentang Perpusnas maka organisasi Perpusnas RI-pun berubah. Susunan organisasi Perpusnas RI tertuang dalam Keputusan Kepala Perpusnas RI No. 3 tahun 2001 ialah sebagai berikut:

  1. Kepala.
  2. Sekretariat.
  3. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi.
  4. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Basaya Perpustakaan.

E. Perpustakaan Daerah

Dengan adanya otonomi daerah dan perubahan struktur organisasi maka Perpusda sudah bukan lagi menjadi jajaran Perpusnas. Melainkan sudah dalam organisasi Pemerintahan Daerah Tingkat I atau Provinsi. Namanyapun bukan lagi Perpustakaan Daerah, melainkan menjadi Badan Perpustakaan Daerah.

F. Layanan Perpustakaan dan Informasi.

Kerjasama antarperpustakaan di Indoneia dimulai sejak tahun 1970-an dan pada bulan Juli 1971 di Bandung diselenggarakan lokakarya atau workshop jaringan perpustakaan, dokumentasi, dan informasi. Hasil lokakarya ini menyebutkan adanya 4 jaringan perpustakaan dokumentasi, dan informasi berdasarkan cakupan bidang atau disiplin ilmu sebagai berikut:

  1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
  2. Biologi dan Pertanian.
  3. Kedokteran dan Kesehatan.
  4. Ilmu Sosial dan Kemanusiaan.

G. Pelestarian Bahan Pustaka

Kegiatan pelestarian bahan pustaka pada hakikatnya mencakup dua segi, yaitu melestarikan kandungan informasi dan melestarikan fisik dokumen atau bahan pustaka bersangkutan. Untuk melestarikan kandungan informasi maka informasi yang dimuat dalam media bahan pustaka, seperti majalah, buku, dan dokumen lainnya dapat dialih bentuk ke dalam media lain, seperti mikrofilm, mikrofis, compact disk (CD), dan media rekam lainnya. Sedangkan kegiatan melestarikan bahan pustaka dan dokumen dilakuakan dengan berbagai kegiatan, seperti fumigasi, laminasi, dan enkapsulasi, serta berbagai upaya dan cara untuk memperpanjang umur bahan pustaka dan dokumen.

H. Pembinaan Dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan

Tenaga yang bekerja di perpustakaan-perpustakaan di Indonesia secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam 3 kategori, yaitu:

  1. Tenaga perpustakaan yang berkualifikasi pendidikan bidang perpustakaan, mulai dari Diploma (D-II dan D-III), Strata 1, Strata 2, serta Strata 3.
  2. Tenaga perpustakaan yang berkualifikasi pendidikan bidang nonperpustakaan, mulai dari Diploma (D-II dan D-III), Strata 1, Strata 2, serta Strata 3.
  3. Tenaga perpustakaan yang berkualifikasi pendidikan setingkat SLTA atau jenjang pendidikan dibawahnya.

Dalam rangka pembinaan dan pengembangan tenaga perpustakaan maka sesuai Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala BKN No. 23 tahun 2003 dan No. 21 Tahun 2003, Perpusnas mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi pustakawan.
  2. Penyelengaraan pendidikan dan pelatihan fungsional bagi pustakawan.
  3. Penetapan standart kompetensi dan jabatan pustakawan.
  4. Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi pustakawan.

I. Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan

Jenis-jenis perpustakaan di Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Perpusnas RI dan perpustakaan-perpustakaan Daerah.
  2. Perpustakaan Umum.
  3. Perpustakaan Sekolah.
  4. Perpustakaan Perguruan Tinggi/Universitas.
  5. Perpustakaan Khusus.

Upaya pembinaan dan pengembangan berbagai jenis perpustakaan tersebut tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Perpusnas RI dan Badan Perpustakaan Daerah. Maka, Pada tahun 1992 dilakukan kesepakatan secara formal antara Perpusnas RI dan beberapa instansi dan departemen yang terkait. Kesepakatan Formal tersebut dituangkan dalam penandatanganan Surat-surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kepala Perpusnas RI dan berbagai instasi dan departemen berikut.

  1. Universitas Terbuka.
  2. Lembaga Administrasi Negara.
  3. Departemen Dalam Negeri.
  4. Departemen Agama.
  5. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  6. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembinaan Perpustakaan

Berbagai jenis perpustakaan yang ada di Indonesia saat ini belum mempunyai status maupun kedudukan yang sejajar. Pemberian jasa layanan perpustakaanpun belum mempunyai sistem yang sama. Dengan demikian, diperlukan suatu sistem yang berlaku secara nasional sehingga perkembangan dan layanan perpustakaan dapat standar secara nasional.

Untuk meningkatkan status perpustakaan diperlukan pembinan yang dilakukam secara nasional. Perpustakaan Nasional yang bertugas membina seluruh jenis perpustakaan di Indonesia mempunyai pedoman yang berisi 12 komponen pembinaan, yaitu:

  1. Status perpustakaan.
  2. Tenaga perpustakaan.
  3. Koleksi Perpustakaan.
  4. Ruang/gedung perpustakaan.
  5. Peralatan Perpustakaan.
  6. Anggaran perpustakaan.
  7. Jasa/layanan perpustakaan.
  8. Pemasyarakatan/promosi perpustakaan.
  9. Peningkatan minat baca masyarakat/pemakai perpustakaan.
  10. Kerja sama perpustakan.
  11. Mitra perpustakaan.
  12. Kajian/evaluasi perpustakaan.

Jabatan Fungsional Perpustakaan

Profesionalisme adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian di bidangnya. Dengan demikian, profesionalisme dalam bidang perpustakaan adalah suatu pekerjaan di perpustakaan yang mensyaratkan latar belakang atau keahlian di bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi.

Profesionalisme membutuhkan kinerja yang profesional, dimana mensyaratkan intelektualisme bukan hanya sekedar keterampilan belaka, sehingga kinerja yang profesional aka memberikan jasa yang optimal bagi pelanggan atau pengguna di bidang perpustakaan.

Kinerja profesional berhubungan dengan suatu jabatan keprofesionalannya. Jabatan tersebut sering disebut jabatan fungsional. Agar dapat menduduki suatu jenjang dalam jabatan fungsional tersebut harus mempunyai kredit point  dari segala kegiatan yang dilakukan.

Jenjang dan Tugas Pokok Jabatan Pustakawan

A. Jenjang Jabatan Pustakawan

Jenjang jabatan pustakawan terbagi menjadi dua, yaitu:

Pertama, pustakawan tingkat terampil, terdiri atas:

  • Pustakawan Pelaksana
  • Pustakawan Pelaksana Lanjutan
  • Pustakawan Penyelia

Kedua, jenjang jabatan perpustakaan tingkat ahli, terdiri atas:

  • Pustakawan Pratama
  • Pustakawan Muda
  • Pustakawan Madya
  • Pustakawan Utama

B. Tugas Pokok Jabatan Pustakawan

Dalam keputusan Menpan No. 132/Kep/M.PAN/12/2002, tugas-tugas pustakwan sesuai dengan jenjangnya adalah sebagai berikut.

  1. Pustakawan Pelaksana

    • Menghimpun alat seleksi bahan pustaka.
    • melakukan survei bahan pustaka.
    • membuat dan menyusun desiderata.
    • meregistrasi bahan pustaka.
    • melakukan verifikasi bibliografi.
    • melakukan katalogisasi sederhana.
    • melakukan katalogisasi salinan.
    • mengalihkan data bibliografi secara manual.
    • mengalihkan data bibliografi secara elektronik.
    • membuat kelengkapan bahan pustaka.
    • mengelola jajaran bahan pustaka.
    • merawat bahan pustaka dalam rangka pencegahan/preventif.
    • merawat bahan pustaka dalam rangka penanganan/treatment.
    • melakukan layanan sirkulasi.
    • melakukan layanan perpustakaan keliling.
    • menyediakan bahan pustaka koleksi setempat.
    • mengumpulkan data untuk statistik.
    • melakukan publisitas.
  2. Pustakawan Pelaksana Lanjutan
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional pengembangan koleksi.
    • mengumpulkan data dalam rangka survei minat pemakai.
    • mengidentifikasi bahan pustaka dalam rangka penyiangan bahan pustaka.
    • mengelola hasil penyiangan.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional pengolahan bahan pustaka.
    • melakukan klasifikasi sederhana.
    • mengelola data bibliografi dalam bentuk kartu katalog.
    • mengelola data bibliografi dalam bentuk basis data.
    • menyusun daftar tambahan koleksi.
    • membuat kliping.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional penyimpanan dan pelestarian bahan pustaka.
    • mengidentifikasi bahan pustaka dalam rangka penyimpanan dan pelestarian.
    • memproduksi bahan pustaka kelabu.
    • memproduksi bahan pustaka berupa buku.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional layanan informasi.
    • melakukan layanan bahan pandang dengar.
    • menyediakan bahan pustaka melalui silang layan.
    • melakukan bimbingan membaca.
    • melakukan cerita pada anak-anak.
    • mengumpulkan data untuk tinjauan kepustakaan.
    • mengumpulkan data untuk informasi teknis.
    • mengolah dan menyusun data statistik.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional penyuluhan.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional publisitas.
    • menyusun materi publisitas bentuk berita, synopsis, brosur dan leaflet.
    • menyusun materi publisitas bentuk poster/gambar peraga.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional pameran.
    • menyiapkan materi penataan pameran.
    • menjadi pemandu penyelenggaraan pameran.
  3. Pustakawan Penyelia
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pengembangan koleksi.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pengolahan bahan pustaka.
    • melakukan katalogisasi yang bersifat kompleks.
    • membuat notasi.
    • menyunting data bibliografi.
    • menyusun bibliografi, indeks, dan sejenisnya.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional penyimpanan dan pelestarian bahan pustaka.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional layanan informasi.
    • melakukan layanan rujukan cepat.
    • melakukan penelusuran literatur untuk bahan bacaan.
    • melakukan bimbingan pemakai perpustakaan.
    • membina kelompok pembaca.
    • menyebarkan informasi terbaru/kilat berbentuk lembar lepas.
    • menyebarkan informasi terseleksi berbentuk lembar lepas.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional penyuluhan.
    • melaksanakan penyuluhan massal dengan cara menggunakan alat bantu audio-visual tentang pemanfaatan pusdokinfo kepada pemakai perpustakaan.
    • melaksanakan penyuluhan massal tanpa alat bantu tentang pemanfaatan pusdokinfo kepada pemakai perpustakaan.
    • melaksanakan penyuluhan tatap muka dalam kelompok tentang pemanfaatan pusdokinfo kepada pemakai perpustakaan.
    • melaksanakan penyuluhan perpustakaan tentang pengembangan pusdokinfo kepada penyelenggara dan pengelola perpustakaan tingkat kelompok.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional publisitas.
    • menyusurn materi publisitas berbentuk slide, pandang dengar.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencan opersional pameran.
    • menjadi penanggung jawab dalam menyelenggarakan pameran.
  4. Pustakawan Pertama

    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional pengembangan koleksi.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pengembangan koleksi.
    • mengumpulkan data dalam rangka survei minat pemakai.
    • mengidentifikasi bahan pustaka dalam rangka evaluasi dan penyiangan koleksi.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional pengolahan bahan pustaka.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pengolahan bahan pustaka.
    • melakukan klasifikasi yang bersifat sederhana.
    • menentukan kata kunci.
    • membuat sari karangan indikatif.
    • menyusun bibliografi, indeks, dan sebagainya.
    • mengumpukan data dalam rangka menyusun rencana operasional penyimpanan dan pelestarian bahan pustaka.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pengimpanan dan pelestarian bahan pustaka.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional layanan informasi.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional layanan informasi.
    • melakukan layanan rujukan cepat.
    • melakukan penelusuran leteratur untuk bahan bacaan.
    • melakukan bimbingan pembaca.
    • melakukan bimbingan pemakai perpustakaan.
    • menyebarkan informasi terbaru/kilat berbentuk lembar lepas.
    • menyebarkan informasi terseleksi berbentuk lembar lepas.
    • mengumpulkan data untuk dibuat analisis kepustakaan.
    • mengumpulkan data untuk informasi teknis.
    • mengolah dan menyusun data statistik.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional penyuluhan.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional penyuluhan.
    • menyusun materi penyuluhan tentang kegunaan dan pemanfaatan pusdokinfo.
    • melakukan penyuluhan massal dengan cara menggunkan alat bandu audio-visual.
    • melakukan penyuluhan massal tanpa alat bantu.
    • melakukan  penyuluhan perpustakaan tentang pengembangan pusdokinfo kepada penyelenggara dan pengelola perpustakaan tingkat kelompok.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional publisitas.
    • menyusun data dalam rangka menyusun rencana operasional publisitas.
    • menyusun materi penyuluhan berbentuk cerpen, skenario, artikel.
    • menyusun materi publisitas berbentuk berita, synopsis, brosur, leaflet.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional pameran.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pameran.
    • menjadi pemandu dalam penyelenggaraan pameran.
    • mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana operasional pengkajian.
    • mengumpulkan data untuk pengkajian yang bersifat sederhana.
    • mengumpulkan data hasil penelitian dalam rangka menyusun rencana operasional pengembangan perpustakaan.
    • membuat prototype/model.
  5. Pustakawan Muda

    • menganalisis dan menyusun rencana operasional pengembangan koleksi.
    • membuat instrumen dalam rangka survei minat baca.
    • mengolah dan menganalisis data dalam rangka survei minat baca.
    • menyeleksi bahan pustaka.
    • menetapkan hasil evaluasi dan penyiangan koleksi.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional pengolahan bahan pustaka.
    • menentukan tajuk subjek.
    • melakukan klasifikasi yang bersifat kompleks.
    • membuat sari karangan informatif.
    • menyunting bibliografi.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional penyimpanan dan pelestarian bahan pustaka.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional layanan informasi.
    • melakukan bimbingan pemakai sumber rujukan.
    • melakukan penelusuran literatur untuk penelitian dan/atau penulisan ilmiah.
    • membina kelompok pembaca.
    • menyebarkan informasi terbaru/kilat berbentuk paket informasi.
    • menyebarkan informasi terseleksi berbentuk paket informasi.
    • membuat resensi/tinjauan buku.
    • menyusun/menganalisis informasi teknis.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional penyuluhan.
    • melakukan identifikasi potensi wilayah dalam rangka penyuluhan.
    • mengolah hasil identifikasi potensi wilayah dalam rangka penyuluhan.
    • menyusun materi penyuluhan tentang pengembangan pusdokinfo.
    • melakukan penyuluhan massal tentang kegunaan dan pemanfaatan pusdokinfo kepada pemakai dengan cara memberikan penjelasan melalui TV dan Radio.
    • melakukan penyuluhan tentang pengembangan pusdokinfo kepada penyelenggara dan pengelola tingkat kabupaten.
    • melakukan evaluasi pasca penyuluhan tentang kegunaan pusdokinfo kepada penyelenggara dan pengelola tingkat kabupaten.
    • melakukan evaluasi pasca penyuluhan tentang pengembangan pusdokinfo kepada penyelenggara dan pengelola tingkat kabupaten.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional publisitas.
    • menyusun materi publisitas berbentuk slide, pandang dengar.
    • melakukan evaluasi paska publisitas.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional pameran.
    • membuat rancangan desain pameran.
    • menjadi penanggung jawab penyelenggaraan pameran.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pengkajian.
    • menyusun instrumen dalam rangka pengkajian yang bersifat sederhana.
    • mengolah data dalam rangak pengkajian yang bersifat sederhana.
    • menganalisis dan merumuskan hasil kajian yang bersifat kompleks.
    • mengumpulkan data dalam rangka pengkajian yang bersifat kompleks.
    • mengolah data dalam rangka pengkajian yang bersifat kompleks.
    • mengolah data dalam rangka menyusun rencana operasional pengembangan perpustakaan.
    • melakukan uji coba prototype/model.
  6. Pustakawan Madya

    • menyusun tinjauan kepustakawanan.
    • menjadi penanggung jawab/edito dalam pemberian informasi teknis.
    • menyusun program intervensi pengembangan pusdokinfo.
    • melakukan penyuluhan tentang pengembangan pusdokinfo kepada penyelenggara dan pengelola tingkat provinsi.
    • melakukan evaluasi pasca penyuluhan tentang kegunaan dan pemanfaatan pusdokinfo tingkat provinsi.
    • melakukan evaluasi pasca penyuluhan tentang pengembangan pusdokinfo tingkat provinsi.
    • melakukan evaluasi pasca pameran.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional dalam rangka pelaksanaan pengkajian.
    • mengevaluasi dan menyempurnakan hasil kajian yang bersifat sederhana.
    • menyusun instrumen dalam rangka pengkajian yang bersifat kompleks.
    • menganalisis dan merumuskan hasil kajian yang bersifat kompleks.
    • menganalisis dan menyusun rencana operasional pengembangan perpustakaan.
    • menyusun desain prototype/model.
    • mengevaluasi dan menyempurnakan prototype/model.
    • membuat analisis/kritik karya kepustakawanan.
  7. Pustakawan Utama

    • menjadi penanggung jawab dalam pembuatan tinjauan keputusan (review).
    • melakukan penyuluhan tentang pengembangan pusdokinfo kepada penyelenggara dan pengelola perpustakaan tingkat nasional.
    • melakukan evaluasi paska penyuluhan tentang kegunaan dan pemanfaatan pusdokinfo tingkat nasional.
    • melakukan evaluasi paska penyuluhan tentang pengembangan pusdokinfo tingkat nasional.
    • mengevaluasi dan menyempurnakan hasil kajian yang bersifat kompleks.
    • menyempurnakan karya dalam rangka membuat analisis/kritik terhadap kepustakawanan.
    • menelaah pengembangan di bidang pusdokinfo.

Pendidikan, Pelatihan, dan Organisasi Profesi Perpustakaan

Untuk menjadikan profesionalisme seseorang diperlukan pendidikan yang sesuai dengan pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sebelum mendirikan suatu lembaga pendidikan maupun pelatihan harus didasarkan pada peraturan yang berhubungan. Di Indonesia, peraturan yang digunakan untuk mendasari pendirian suatu lembaga pendidikan adalah Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pendidikan bagi profesional pustakawan adalah pendidikan bidang perpustakaan dan informasi. Menurut sejarahnya, pendidikan bidang perpustakaan sudah ada sejak tahun 1952 walaupun masih bersifat kursus. Kemudian, berkembang menjadi pendidikan formal maupun bentuk pelatihan. Pada saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan dari tingkat Diploma dua (D2) sampai dengan Magister (S2). Sedangkan untuk pendidikan setingkat Doktor (S3) khususnya di Indonesia belum ada yang menyelenggarakan.

Lulusan pendidikan dan pelatihan bidang perpustakaan sangat berpengaruh pada kinerja seseorang di tempat kerjanya. Agar kinerja seorang pustakawan bukan saja bidang perpustakaan saja melainkan diharapkan mempunyai tambahan keahlian khusus sebagai penunjang kelancaran kinerja.

Organisasi Profesi Pustakawan

Organisasi profesi bagi seseorang yang bergerak dalam bidang profesional adalah penting. Organisasi merupakan sarana bagi anggota.untuk meningkatkan wawan atau kemampuan kerja dalam rangka mengembangkan karier.

Organisasi profesi bagi pustakawan di Indonesia adalah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), yang didirikan pada tahun 1973. Organisasi pustakawan di Inggris Library Association (LA), sedangkan Amerika American Library Association (ALA).

Untuk menjadi suatu anggota organisasi profesi harus mengikuti etika profesi dalam bidangnya, seorang pustakawan yang menjadi anggota IPI harus mengikuti etika profesi pustakawan yang dituangkan dalam Kode Etik Pustakawan.

Kegiatan Perpustakaan (Kepustakawanan)

Pengawasan Bibliografi di Indonesia

Bibliografi merupakan suatu daftar terbitan yang memeberikan informasi mengenai data kepengarangan, judul, edisi, tempat (kota), penerbit, dan tahun terbit.

Dengan adanya bibliografi maka banyak informasi mengenai suatu terbitan dalam suatu subjek yang dapat diperoleh. Bibliografi ini dapat dijadikan sebagai pengawasan terbitan baik secara regional, nasional, maupun unversal (internasional).

Dengan adanya bibliografi akan membantu pengguna untuk mencari terbitan yang diperlukan. Banyaknya terbitan dalam berbagai subjek maka bibliografi yang terbitpun dibagi menjadi Bibliografi umum, khusus, analitis, dan sistematis.

Jaringan Kerja Sama Perpustakaan

Jaringan kerjasama perpustkaan dangat diperlukan, apalagi saat ini, dimana informasi yang terbit begitu banyak sehingga setiap perpustakaan tidak mungkin untuk memiliki semua informasi yang pernah terbit di muka bumi ini. Sehingga, pelayanan kepada penggunapun tidak mungkin sendirian. Dengan adanya kerja sama perpustakaan sangatlah menguntungkan dan membantu perpustakaan untuk melayani pengguna.

Agar memuaskan kepentingan pengguna dengan berbagai subjek yang ada, maka muncullah berbagai jaringan kerjasama dalam berbagai subjek, dan kerja sama dalam bidang, diantara lain kerja sama dalam bidang pengadaan, pemanfaatan koleksi bersama serta kerjasama dalam bidang penyimpanan.

Untuk mengadakan suatu jaringan/kerjasama dibutuhkn berbagai persyaratan diantaranya: kesadaran, koleksi, katalog, tanggung jawab, dan aturan kerja sama.

Pustakawan sebagai Penyedia Informasi

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan bersama dan mempunyai hubungan timbal balik serta hidup disuatu tempat tertentu. Masyarakat terbagi dalam beberpa kelompok anatara lain: masyarakat kota, majemuk, modern, tradisional, ekonomi lemah, dan masyarakat maju. Dari berbagai kelompok masyarakat tersebut, informasi yang dibutuhkan akan berbeda pula.

Agar perpustakaan dapat digunakan oleh masyarakat dengan baik, maka antara masyarakat dan perpustakaan ada hubungan yang erat. Perpustakaan diciptakan oleh masyarakat, khususnya perpustakaan umu yang dari segi dana, fungsi, tujuan pendirian serta penggunanya semua dari unsur masyarakat tanpa memandang usia, ras, agama, dan lain-lain.

Di masyarakat muncul istilah masyarakat perpustakaan dan perpustakaan masyarakat. Masyarakat perpustakaan adalah sekelompok masyarakat yang menjalin kerja sama dalam memanfaatkan perpustakan sehingga tercipta suatu kesatuan antara masyarakat dan perpustakaan.

Salah satu jasa perpustakaan yang diberikan kepada masyarakat adalah jasa layanan. Masyarakat dapat menggunakan jasa layanan perpustakaan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dan diberlakukan diperpustakaan bersangkutan.

Untuk mengembangkan perpustakaan agar dapat melayani masyarakat dengan baik tidak lepas dari tantangan dan hambatan baik secara internal maupun eksternal.

Pustakawan sebagai Agen Informasi

Informasi merupakan satu data, fakta, peristiwa maupun produk yang sebelumnya disajikan untuk konsumsi pemakai, diolah dan diproses terlebih dahulu dengan menggunakan sistem tertentu yang pada akhirnya dapat diakses atau ditemui kembali secara mudah dan cepat oleh pemakai.

Dewasa ini, sudah ada berbagai macam dan bentuk media informasi yang dapat ditemukan oleh pengguna. Apabila menginginkan penemuan informasidengan mudah dan cepat serta menurut suatu sistem tertentu, maka pengguna dapat mengunjungi perpustakaan sehingga hubungan informasi dengan perpustakaan sangat erat kaitannya karena semua isi koleksi perpustakaan merupakan informasi yang sangat berharga bagi pengguna. Apalagi perpustakaan mempunyai suatu misi yaitu: melestarikan hasil karya atau budaya bangsa yang terdapat dalam berbagai bentuk media baik cetak maupun noncetak.

Untuk memberikan suatu layanan yang cepat dan terampil, maka pustakawan dituntut untuk menjadi seorang yang profesional di bidangnya. Sebagai seorang yang profesional di bidang informasi maka pustakawan juga disebut profesional informasi, dan tuntutannya harus memiliki jiwa, pionir, luwes, trengginas, dan selalu belajar serta mau mengikuti perkembangan baik teknologi informasi maupun ilmu pengetahuan.

Pustakwan yang sudah profesional informasi, dengan sendirinya masyarakat yang dilayani adalah masyarakat informasi. Masyarakat informasi merupakan masyarakat yang kualitas hidup, prospek perubahan sosial, dan pengetahuan ekonomi tergantung pada peningkatan dan pemanfaatan infomasi.

SUMBER: BMP PUST2132 Perpustakaan dan Kepustakawanan Indonesia (Universitas Terbuka)

One thought on “Perpustakaan dan Kepustakawanan Indonesia

  1. Ping-balik: SEKILAS INFO | Nindhy Caesa Wahyu Hardiyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s